Mengapa semua bayi kelihatan cantik dan tampan? Mengapa kita senang menatap dan selalu tersenyum bila melihatnya? Jawabannya adalah karena bayi itu jujur, polos, dan apa adanya.
Tidak ada sikap yang pura-pura, tidak ada keinginan untuk meminta perhatian orang lain dan satu hal yang terpenting, semua bayi itu suci. Ya, suci. Suci dari dosa perbuatan, suci dari dosa perkataan.
Alangkah bahagianya bila kita seperti bayi yang selalu membuat orang lain tersenyum tanpa kita minta, yang selalu membahagiakan orang lain tanpa kita skenario, yang selalu menarik perhatian orang lain tanpa kita paksa.
Bukankah hakikat kita sebagai manusia diciptakan ke dunia ini hanyalah tuk beribadah? Kita juga terlahir dengan kesucian. Kemudian terkotori oleh perbuatan dosa kita hingga dewasa ini. Sehingga lupa dengan hakikat diri. Lupa dengan sekitar yang harus kita kasihi. Lupa dengan keadaan yang harus kita perbaiki. Lupa dengan kewajiban yang telah melekat dari masa perjanjian dalam rahim hingga akhir nanti.
Jika waktu masih panjang, jangan biarkan ia kosong dengan hampa.
Jika jenak tinggal beberapa saat, jangan biarkan ia tak terguna.
Jika nafas masih terhembus, jangan biarkan ia terhela tanpa catatan
Jika tubuh masih tegak, jangan sampai ia tak bernilai
Jika jantung masih berdetak, jangan tunggu ia berhenti lalu sesal di akhir kali...
SEMOGA KITA TERMASUK HAMBA-NYA YANG BERSYUKUR DAN INGAT DIRI...
Wallahu a'lam bisshowwab
Labels: RENUNGAN
0 Comments:
Subscribe to:
Poskan Komentar (Atom)
